Samsung Galaxy A Terbaru Pakai Pemindai Sidik Jari di Layar?

Samsung agaknya telah mengadopsi strategi baru untuk menghadirkan fitur-fitur unggulan pada jajaran Galaxy A-nya. Galaxy A series sendiri masuk ke segmen mid-range yang kini memang mendapat perhatian Samsung.

Jika ingat, dua teknologi teranyar seperti triple dan quad camera serta layar Infinity O jutsru lahir di perangkat A series, yakni A7 dan A9 dan A8S. Terbaru, ada Galaxy A series teranyar yang dikenal sebagai Galaxy A10 bocor di jagat maya dan mengenakan fitur pemindai sidik jari di layar.

Sebagaimana kutip dari laman Gizmochina, Senin (24/12), informasi soal Galaxy A10 datang dari seorang informan Tiongkok terkenal. Dirinya mengaku telah mengetahui bahwa Samsung Galaxy A10 itu akan dilengkapi dengan pemindai sidik jari di layar.

Banyak kebocoran telah mengungkapkan bahwa Galaxy S10 dan Galaxy S10 Plus akan menampilkan sensor sidik jari di bawah layar. Hal ini akan lebih akurat daripada pembaca sidik jari dalam layar optik yang tersedia pada perangkat Vivo dan Oppo yang telah dirilis ke pasaran IDN Poker.

Sementara untuk Galaxy A10, rumor mengatakan Galaxy A10 dapat menampilkan sensor sidik jari di bawah layar optik. Jika benar Galaxy A10 akan mengusung teknologi demikian, maka itu berarti akan sama dengan teknologi yang ada di perangkat Vivo dan Oppo.

Perangkat dengan teknologi demikian jika benar akan hadir di Samsung Galaxy A10 tidaklah mengherankan. Vivo di segmen menengah datang lebih dulu ketimbang Samsung dengan pemindai sidik jari di bawah layar. Untuk pasar Indonesia, Vivo bahkan telah memberikan konsumennya pengalaman menggunakan pemindai sidik jari di Indonesia dengan harga yang terjangkau.

Spesifikasi dari Samsung Galaxy A10 belum terungkap semuanya dan masih berada rapat di balik bungkus penjualan. Namun begitu, satu-satunya hal yang diketahui tentang handset tersebut adalah bahwa ia mungkin dilengkapi dengan chipset Snapdragon 845. Versi yang lebih tinggi dari handset Galaxy A9 (2018) dan Galaxy A8 memiliki 8 GB RAM.

Oleh karena itu, ada kemungkinan bahwa Samsung Galaxy A10 dapat menampilkan hingga 8 GB RAM. Selain itu, ada kemungkinan lain menyebut bahwa perusahaan Korea Selatan (Korsel) itu akan meluncurkan smartphone Galaxy A10 akhir Januari 2019 nanti.

Gajah masuk permukiman warga Nagan Raya, Aceh

Seekor gajah sumatera masuk ke permukiman warga dan merusak tanaman muda milik masyarakat di Desa Blang Teungku, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh.

Camat Seunagan Timur, Saiful Bahri,   yang dihubungi dari Meulaboh, Senin, mengatakan, masyarakat setempat merasa terusik dengan gangguan satwa dilindungi undang-undang itu, sehingga membuat suasana perkampungan mencekam.

“Yang satu ekor ini badannya besar sudah masuk ke komplek perumahan, gajah ini masuk saat malam dan merusak semua tanaman muda di samping rumah warga. Kejadiannya pada Sabtu (27/10) malam,” katanya.

Kejadian tersebut telah dilaporkan kepada Bupati Nagan Raya Jamin Idham, sementara pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) yang diharapkan segera menangani, belum juga datang ke lokasi itu.

Saiful Bahri menuturkan, di wilayahnya sudah tidak asing dengan adanya gangguan gajah. Bahkan pada September 2018, ada rumah warga yang dihancurkan kawanan gajah di desa lain karena rumah tersebut ditinggal pemiliknya IDN Poker.

Adapun kawasan yang rentan terjadi konflik satwa dengan manusia yakni Desa Blang Lagoe, Drien Meulusong dan Blang Tengku. Jarak titik lokasi gangguan satwa tersebut hanya terpaut 1 km dari pusat pemerintahan Kecamatan Seunagan Timur.

“Jarak dari kecamatan hanya 1 km, hanya terpisah oleh sungai. Di perkebunan masyarakat yang paling banyak kebun karet. Warga memang jarang menanam sawit karena sangat sering di rusak gajah,” ujarnya.

Serangan satwa berbelalai panjang pada Sabtu malam itu, membuat warga ketakutan. Beberapa waktu sebelumnya kawanan gajah dengan jumlah mencapai belasan ekor juga turun merusak rumah penduduk yang kebetulan tidak ada penghuninya.

Lebih lanjut, dia mengatakan, beberapa jenis tanaman yang disukai oleh gajah adalah pisang, pinang, sawit dan palawija seperti tanaman padi. Kawanan gajah kerap merusak rumah warga hanya untuk mengambil padi yang sudah dipanen.

Saiful Bahri menuturkan, solusi untuk penanganan gangguan gajah agar tidak berlanjut adalah melakukan pengusiran atau menghalaunya agar kembali ke hutan habitatnya, semua itu merupakan wewenang pihak terkait.

“Beberapa kali peristiwa sudah dibantu oleh Dinas Sosial menyalurkan bantuan bagi keluarga korban yang rumah dan tanamannya dirusak, tetapi untuk pengusiran sampai sejauh ini saya belum pernah mendapat laporan pernah dilakukan,” pungkasnya.