Joshua dapat dan kehilangan gelar juara dunia di Jakarta

Jakarta, 20/1 (Antara) – Bagi petarung asal Filipina Joshua Pacio, Jakarta bisa dikatakan menjadi kota yang bersejarah karena menjadi saksi saat menjadi juara dunia kelas jerami One Championship sekaligus saat kehilangan gelarnya.

Petarung berusia 22 tahun ini harus rela melepas sabut juara dunia yang dipegang sejak 22 September 2018 setelah dikalahkan petarung asal Jepang Yosuke “Tobizaru” Saruta pada laga One : Eternal Glory di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu malam (19/1).

Upaya Joshua Pacio untuk mempertahankan gelar sebenarnya cukup meyakinkan karena langsung memberi perlawanan saat ditekan lawan. Sebagai juara bertahan, petarung yang berjuluk “The Passion” juga tampil tenang meski sempat kerepotan.

Ketenangan Joshua mulai terusik pada ronde kedua karena Saruta juga tampil gesit dan beberapa kali pukulan dan tendanganya mampu membuat sang juara bertahan goyah. Saruta yang lincah juga bisa melepaskan diri dari submission Pacio dengan cara salto.

Jual beli serangan dan kuncian terus terjadi hingga ronde kelima. Saruta yang sejak awal bermain agresif ini terus menekan terutama dalam dua ronde terakhir. Joshua Pacio juga tidak tinggal diam. Petarung asal Filipina ini juga terus melakukan kuncian. Hanya saja yang dilakukan selalu lepas.

Di akhir laga, Saruta membuktikan bahwa ia layak untuk merebut nilai dari dua juri dan memenangkan laga dengan kemenangan angka split decision atas Joshua Pacio. Sabuk tanda predikat juara dunia langsung berpindah tangan ke petarung asal Jepang itu.

Kekalahan dari Saruta menjadi kekalahan ketiga Pacio di ajang tarung bebas. Dari 16 pertarungan, petarung berusia 23 tahun itu telah meraih 13 kemenangan. Sementara bagi Saruta, ini menjadi kemenangan ke-19 di ajang tarung bebas.

“Latihan keras yang saya lakukan selama ini membuahkan hasil. Apa yang saya inginkan akhirnya bisa terpenuhi. Yang jelas ini adalah hasil kerja keras,” kata Saruta usai pertarungan.

Menurut dia, pertarungan melawan Pacio bukan perkara mudah karena lawan dinilai memiliki kemampuan yang komplit. Upaya yang dilakukan memang tidak berjalan mulus hingga akhirnya mendapatkan kesempatan untuk mencuri angka dan membawanya meraih kemenangan.

Sementara itu dua petarung andalan Indonesia harus menelan kekalahan. Sfeter Rahardian yang turun di kelas jerami kalah dari wakil Filipina, Robin Catalan. Sedangkan Priscilla Hertati kalah dari wakil India, Puja Tomar.

Baca juga: Priscilla Hertati awali One Championship 2019 dengan kekalahan

Baca juga: One Championship beri ruang kisah inspiratif pengemudi daring

Baca juga: Petarung blasteran Indonesia-Belanda siap perpanjang rentetan kemenangan
 

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019