China bela juara olimpiade hadapi tuduhan doping

Beijing, 28/1 (ANTARA News) – Asosiasi Renang China (CSA) membela juara Olimpiade renang putra Sun Yang dalam menghadapi tuduhan pemakaian doping.

Dengan mengutip keputusan akhir Panel Doping Federasi Renang Internasional (Fina), CSA menyatakan bahwa sesi pengumpulan sampel yang diprakarsai oleh IDDM selaku organisasi yang ditunjuk Fina untuk melakukan uji sampel pada 4 September 2018, tidak valid dan tidak sah.

Sun juga menolak hasil tes doping yang dilakukan di rumahnya di Provinsi Zhejiang oleh IDDM pada 4 September 2018 itu karena di luar jadwal kompetisi, demikian sejumlah media resmi di China, Senin.

Perselisihan antara Sun dan pengawas doping itu muncul ke publik, meskipun Fina telah mengeluarkan putusan yang mendukung Sun setelah persidangan selama 13 jam pada 3 Januari 2019.

Dalam tulisan berjudul “Sun Yang, Juara Olimpiade, Mangkir dari Uji Doping”, The Sunday Times melaporkan bahwa Sun akan menghadapi larangan seumur hidup setelah terlibat pertengkaran dengan para penguji doping.

Pertengkaran tersebut diwarnai ulah pengawal yang memecahkan botol tersegel berisi sampel darah Sun dengan menggunakan palu, sebagaimana laporan media itu.

Media tersebut juga melaporkan bahwa Sun mempertanyakan kartu identitas tim penguji yang memintanya sampel urine. Sun menganggap tim tersebut tidak bisa memberikan bukti kredibel sebagai penguji.

Dengan mengutip putusan Fina pula, CSA menyatakan, “Sun Yang tidak melakukan pelanggaran aturan antidoping sebagaimana DC 2.3 Fina atau DC 2.5 Fina.”

“Setelah mendesak FINA melakukan investigasi atas kasus tersebut, CSA memerintahkan Sun Yang untuk bersikap kooperatif dengan Fina dan menyampaikan laporan yang sebenarnya setiap detail persoalan. Menurut keputusan akhir Panel Doping Fina, Fina memastikan bahwa atlet tersebut tidak melakukan pelanggaran peraturan antidoping,” demikian pernyataan CSA pada Minggu (27/1).

Sun yang merupakan pemegang rekor dunia renang gaya bebas putra nomor 1.500 meter dan tiga kali juara Olimpiade itu mempertimbangkan mengajukan gugatan hukum terhadap The Sunday Times sebagaimana pernyataan kuasa hukumnya, Zhang Qihuai.

Zhang menganggap koran tersebut melaporkan peristiwa disertai fitnah yang dapat merusak reputasi Sun Yang sekaligus mengganggu privasinya.

“Kami punya hak untuk mengajukan gugatan hukum terhadap media internasional itu,” demikian pernyataan Zhang sebagaimana dikutip Xinhua.

“Tiga staf IDDM gagal menunjukkan surat kuasa dari IDDM dan tidak bisa menunjukkan sertifikat DCO atau lisensi petugas kesehatan. Mereka membuat laporan palsu yang menuduh Sun melanggar aturan antidoping untuk kemudian dikirimkan ke Fina,” ujarnya menambahkan.

Setelah insiden tersebut, Sun dan Zhang kemudian menghadiri persidangan yang digelar di Lausanne, Swiss, pada November 2018.

“Kami berikan bukti, termasuk 58 cuplikan video dan rekaman kamera pemantau yang secara objektif didapat dari lokasi kejadian sehingga Fina menyimpulkan bahwa Sun tidak melakukan kesalahan,” kata pengacara perempuan itu.

Pada Mei 2014, CSA sempat melarang Sun selama tiga bulan setelah hasil uji doping menunjukkan perenang berusia 28 tahun tersebut positif trimetazidine yang masuk dalam daftar obat terlarang Badan Anti-Doping Dunia, empat bulan sebelumnya.

Baca juga: Pertahankan kondisi tubuh tantangan tersulit bagi Sun Yang

Pada Asian Games di Jakata dan Palembang bulan Agustus 2018, Sun menggondol tiga medali emas dari nomor gaya bebas 200 meter, 400 meter, dan 1.500 meter. (T.M038)

Pewarta:
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019