Minta Gedungnya Dilapisi Kaca Antipeluru, DPR: Kami Kan Pejabat Negara Juga!

JAKARTA – Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI, Anton Sihombing, heran dengan adanya pihak-pihak yang tak suka bila gedung-gedung yang ada di Kompleks Parlemen, Senayan, dilapisi kaca anti peluru. Padahal, menurutnya, saat ini sudah banyak kementerian dan lembaga yang sudah melapisi kaca gedungnya dengan antipeluru.

“Gedung-gedung departemen itu banyak pakai antipeluru. Kok DPR (minta) langsung semua sewot. Kami kan pejabat negara juga,” ujar Anton di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (18/10/2018).

BERITA TERKAIT +

Menurut Anton, pemasangan lapisan antipeluru ini dilakukan bila Lapangan Tembak Senayan tak ditutup dan dipindahkan ke lokasi lain. Ia pun menyindir gedung lainnya yang berisi eselon IV saja sudah dilindungi oleh kaca antipeluru. Karena itu, menurutnya pemasangan kaca antipeluru di Gedung DPR bukanlah hal kelewatan.

“Kalau perlu enggak ditutup-ditutup itu lapangan apa salahnya kita pasang (kaca antipeluru-red)? Kalau ada yang mengatakan kelewatan, enggak mungkin. DPR aja eselon IV, eselon VIII itu dilindungi antipeluru. Ini pejabat negara, 560 orang kita kerja keras di sini,” jelas Anton.

Ruangan kerja anggota DPR ditembak. (Ist)

Sebelumnya diberitakan, penembakan terjadi pada Senin, 15 Oktober 2018, sekira pukul 14.45 WIB. Peluru menembus ruang kerja anggota Komisi III Wenny Warouw serta jendela ruangan milik anggota DPR dari Fraksi Golkar fraksi Partai Golkar Bambang Heri Purnama di lantai 13.

(Baca Juga : Polisi Benarkan Adanya Proyektil Peluru di Lantai 6 Gedung DPR)

Dua hari kemudian, pada Rabu, 17 Oktober, ditemukan lagi tiga peluru, masing-masing di ruang kerja anggota 10 Fraksi Demokrat Vivi Sumantri Jayabaya di lantai 10 dan Khatibul Umar Wiranu lantai 9, serta anggota Fraksi PAN Totok Daryanto di lantai 20.

Pelaku pun ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka, masing-masing seorang PNS di Kementerian Perhubungan berinisial IAW dan RMY. Polisi menyimpulkan peluru di gedung DPR RI itu peluru nyasar yang berasal dari pistol pelaku saat latihan di Lapangan Tembak, Senayan, Jakarta Pusat.

(Baca Juga : Soal Peluru Nyasar, DPR Undang Setneg, Perbakin, dan Kapolri Pekan Depan)

(erh)