Anies Minta Bantuan BPN Sertifikasi Tanah Bermasalah

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: MI/Arizona Sudiro.

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan akan menggandeng Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk mensertifikasi lahan di Ibu Kota, termasuk yang bermasalah. 

“Kalau tanah yang bermasalah, nanti diselesaikan lewat BPN. Tapi yang jelas proses sertifikasi ini kita dukung lewat program itu,” kata Anies di Jakarta Utara, Rabu, 17 Oktober 2018.

Tahun depan, kata dia, pihaknya akan menggenjot sertifikasi lahan. Ada Rp187 miliar yang disiapkan Pemprov DKI untuk mengakomodasi hal tersebut.

“Tahun depan insyaallah akan kita teruskan sampai tuntas, seperti yang disampaikan targetnya oleh Presiden,” imbuhnya.

Anies mengaku tak hapal rincian data tentang sertifikasi tanah. Namun ia mengklaim pihaknya telah melakukan penanaman patok di lahan-lahan tersebut. 

Baca juga: Pembagian Sertifikat Tanah di DKI Tuntas Tahun Depan

Menurutnya, hal ini menarik animo masyarakat yang lahannya ingin disertifikasi. Setiap bulan, kata dia, pengajuan patok lahan bertambah di kantor wali kota. 

“(Tanda patok) itu dalam rangka bisa melakukan proses sertifikasi dan proses tanda batas kemarin sudah selesai. Tapi warga masih banyak lagi yang minta,” imbuhnya.

Mantan Mendikbud itu berjanji akan mengakomodasi permintaan warga. Ada pun terkait luas lahan, ia menyebut ajuan sertifikasi mayoritas bukan tanah skala besar.

“Tadi saya bertemu dengan ibu-ibu, (ada yang) ukuran 32, 60, ada yang 80. Jadi bukan lahan-lahan yang besar, raksasa, tapi bagi mereka begitu ada sertifikatnya mereka bisa manfaatkan,” tandas Anies. 

(HUS)