Vaksin Halal Bisa Meredam Gerakan Antivaksin di Indonesia?

Jakarta – Gerakan menolak vaksin di Indonesia berbeda dengan yang terjadi di Inggris (UK) dan Amerika Serikat (AS). UK dan US meragukan kualitas karena ditemukannya efek samping vaksin, sementara penolakan di Indonesia didominasi alasan keyakinan agama.

Dengan dasar itulah, Indonesia menggagas vaksin halal bagi yang merasa produk ini haram. Ilmuwan kesehatan masyarakat Amerika Michael Osterholm berpendapat, jalan tersebut belum menyelesaikan masalah inti. Yaitu, perkembangan info seputar vaksin hingga melahirkan antivaks.

“Informasi seputar kerugian tidak vaksin harus terus disebarkan. Masyarakat harus tahu, mereka tidak seharusnya jadi orangtua jika anaknya meninggal karena tidak divaksin,” kata Osterholm dalam temu media di Kedubes AS, Rabu (17/10/2018).

Menghasilkan vaksin halal bukan perkara mudah, karena perlu riset dan uji klinis beberapa tahun. Kesehatan dan masa depan anak Indonesia dalam ancaman, jika tak divaksin dalam selang waktu tersebut. Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menyatakan hukum vaksin adalah makruh, yang berarti bisa digunakan sambil menunggu produk yang lebih baik.

Informasi kerugian tidak divaksin, diharapkan bisa mengubah opini masyarakat yang antivaksin. Hingga saat ini, vaksin masih jadi usaha pencegahan yang paling efektif. Efek samping yang disebut Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI), tidak terlalu berisiko dibanding penyakit yang menyerang karena tidak vaksin.

(Khadijah Nur Azizah/fds) Cara DAFTAR POKER Domino Qiu Qiu Capsa Susun Online Indonesia di Situs Agen Judi Terpercaya Assosiasi Resmi Dewapoker IDN Bank BCA, BNI, BRI dan Mandiri.