Pengerukan Jadi Langkah Antisipasi Banjir Jakarta

Ilustrasi- Warga membersihkan lumpur pascabanjir yang mulai surut di Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta, Senin (25/6). MI/Bary Fathahilah.

Jakarta: Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane melakukan pengerukan di sejumlah titik rawan banjir. Tindakan ini diambil untuk mengantisipasi terjadinya banjir tahunan yang melanda Jakarta.

“Prioritas yang sedang dikerjakan di Kampung Melayu (sepanjang) 1,9 kilometer (km),” kata Kepala BBWS Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bambang Hidayah kepada Medcom.id saat ditemui di Kantor BBWS, Jakarta Timur, Selasa, 16 Oktober 2018. 

Pengerukan di Kampung Melayu diharapkan bisa mengurangi dampak di 129 titik rawan banjir Jakarta. Apalagi, di lokasi tersebut sedang dibangun sodetan yang mengalihkan 60 meter kubik debit air ke Sungai Banjir Kanal Timur.

“Ya insyaallah berkurang, walupun dikeruk saja, mudah-mudahan dua kilometer dapat dilakukan pengerukan,” jelas Bambang.

Bambang mengaku pengerukan hanya mengangkat sedimentasi atau material hasil pengikisan yang terbawa dari arah Bogor. Namun, menurutnya, butuh waktu lama pengendapan material kembali terbentuk.

“Kalau masih tiga sampai empat bulan belum ada sendimentasi kembali, paling setahun baru ada, tergantung alirannya,” kata Bambang.

Bambang menegaskan BBWS bisa saja mengambil tindakan lebih dari sekadar pengerukan. Hanya saja, dana yang dimiliki tak cukup mengambil tindakan lain.

(DRI)