Pengangguran di Tangerang Capai 74.000 Orang

TANGERANG – Pengangguran di Kota Tangerang diklaim menurun. Hal itu dikatakan oleh Kepala Disnaker Kota Tangerang Rakhmansyah, yang mengatakan jumlah tersebut menurun cukup banyak daripada tahun sebelumnya.

“Penurunan angka ini dibuktikan dengan semakin berkurangnya pemohon kartu kuning. Berdasarkan data terakhir jumlah pengangguran mencapai 74.000 menurun dari tahun sebelumnya sebesar 79.300,” papar Rakhmansyah, Rabu (17/10/2018).

BERITA TERKAIT +

Dikatakan Rakmansyah, angka pengangguran itu cukup rendah di Provinsi Banten. “Jumlah pengangguran Kota Tangerang, terendah kedua dari delapan Kabupaten Kota di Propinsi Banten,” bebernya.

Selain itu, penurunan angka ini juga terwujud pasca adanya pembentukan program Bursa Kerja Khusus (BKK) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Dia menjelaskan, hal itu mampu memberikan pelayanan dan informasi lowongan kerja, pelaksana pemasaran, penyaluran dan penempatan tenaga kerja bagi lulusan sekolah tersebut.

“BKK di sekolah adalah peran serta dan tanggung jawab guru dalam mempersiapkan SDM lulusan yang handal dan kompeten. Sampai saat ini sudah terbentuk 24 BKK dari 128 SMK. Kami terus melakukan sosialisasi dan pembentukan BKK di sekolah lainnya,” ucapnya.

Rakhmansyah menambahkan, pihaknya juga rutin mengadakan Pemberdayaan Pengembangan Tenaga Kerja Mandiri Menjadi Wirausaha Baru. Kegiatan itu dilakukan dalam pelatihan teknologi tepat guna meliputi pelatihan pemasaran online dan tenaga kerja mandiri berupa pelatihan digital printing.

“Pelatihan ini untuk memfasilitasi tenaga kerja mandiri menjadi wirausaha yang handal. Selain itu, kita juga di sini dibekali dengan pelatihan pemasaran, agar tidak hanya kompetensi dalam bekerjanya saja tapi juga bisa memasarkan,” pungkasnya.

Senada dengan Rahmansyah, Walikota Tangerang Arief R Wismansyah menuturkan, BKK dan pelatihan tenaga kerja mandiri diadakan mulai di tingkat kota sampai di kecamatan.

Arief memaparkan, Pemkot Tangerang telah membangun sebanyak 3 Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai wadah membentuk standar kompetensi tenaga kerja. Kedepannya BLK akan diupayakan untuk tersebar di 13 Kecamatan.

“BLK kita ada di tiga kecamatan, di Benda untuk bidang perhotelan, Kecamatan Cibodas bidang komputerisasi, bidang garmen di BLK Larangan serta 1 BLK tingkat kota yang membidangi montir kendaraan roda dua dan empat di Kecamatan Neglasari. Berbagai program ini diadakan guna memperluas penempatan tenaga kerja,” tukasnya.

(kha)