GP Ansor Gelar Apel Kirab Satu Negeri 2018

Jakarta: Gerakan Pemuda (GP) Ansor menggelar apel Kirab Satu Negeri (KSN) 2018 bertajuk ‘Banser dan Doa untuk Bangsa dan Pahlawan’. Apel diselenggarakan di Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata, Jakarta.

Dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah, apel dihadiri anggota Ansor serta Banser se-DKI Jakarta, pejabat TNI-Polri dan masyarakat dari lintas agama.

“Kami memberikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan Kirab Satu Negeri GP Ansor. Melalui Kirab Satu Negeri masyarakat diingatkan untuk mencintai negeri ini,” kata Saefullah dalam keterangan tertulis, Minggu, 14 Oktober 2018.

Apel juga diisi dengan penyerahan Pataka Bendera Merah Putih Kirab Satu Negeri dari tiga zona, yakni Sabang, Miangas, dan Rote ke pengurus wilayah GP Ansor DKI Jakarta. Setelah apel, dilakukan doa dan upacara tabur bunga para pahlawan di Taman Makam Pahlawan Nasional, Kalibata. 

Agenda KSN 2018 merupakan bagian dari rangkaian panjang agenda kirab di 34 provinsi di Indonesia. Puncaknya, akan dilaksanakan di Yogyakarta pada 24 Oktober 2018 dan dihadiri Presiden Joko Widodo.

Ketua Pengurus Wilayah GP Ansor DKI Jakarta Abdul Aziz menjelaskan, mengusung tagline #KitaIniSama Bela Agama, Bangsa, dan Negeri, GP Ansor berkomitmen menyuarakan kesamaan bagi masyarakat Indonesia. Selain itu memberikan semangat untuk membela agama, bangsa, dan negeri.

“Dengan diselenggarakan di Taman Makam Pahlawan ini kita sekaligus mengenang jasa para pahlawan yang telah memerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia, serta berjuang dari segala pengganggu NKRI,” ujar Azis. 

Dia melanjutkan, kegiatan KSN merupakan komitmen GP Ansor terhadap kesetiaan menjaga NKRI, Pancasila sebagai dasar negara dan sumpah sebagai anak bangsa tentang bertanah air satu, berbangsa satu dan berbahasa satu. 

Aziz menambahkan, melihat perkembangan saat ini, di mana ada sekelompok kecil yang mengganggu konsensus kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. KSN ini, lanjut Azis, bagi telah menemukan urgensinya.

“Untuk itu, GP Ansor berkewajiban mengingatkan,” pungkas Azis.

(LDS)