Warga Mengeluhkan Sistem Satu Arah di Jalan KH Wahid Hasyim

Petugas dari Suku Dinas Perhubungan DKI Jakarta Pusat mengatur lalu lintas pada perbelakuan uji coba sistem satu arah (SSA) di ruas Jalan KH Wahid Hasyim, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta, Senin (8/10). MI/Pius Erlangga.

Jakarta: Dinas Perhubungan Pemprov DKI Jakarta memberlakukan uji coba sistem satu arah (SSA) di ruas Jalan KH Wahid Hasyim dan Jalan KH Agus Salim, Jakarta Pusat sejak Senin, 8 Oktober. Kebijakan yang diharapkan bisa mengurai macet ini dikeluhkan beberapa masyarakat.

Tomy pengendara ojek daring merasa kerepotan akibat SSA. Rute yang ditempuh kini lebih jauh bila harus mengantarkan pesanan atau penumpang.

“Rutenya kalau kita nganterin lebih jauh, lebih jauh banget, belum lagi kalau muter balik, enggak setuju,” kata Tomy saat ditemui di Jalan KH Agus Salim, Jakarta Pusat, Rabu, 10 Oktober 2018.

Ungkapan ketidakpuasan lainnya diutarakan Usman yang merupakan warga di Jalan KH Wahid Hasyim. Usman menilai tak ada perubahan signifikan akibat kebijakan ini. Kemacetan tetap terlihat pada jam tertentu.

“Jam 12 siang jam-jam makan (padat), pada jam dua siang lengang, cuma jam empat sampai lima sore padat lagi, karena buangan dari (Jalan) Wahid Hasyim, yang bisa lurus, macet merayap,” kata Usman.

Keluhan juga diungkapkan Wildan seorang karyawan swasta yang sering menggunakan rute itu ke kantornya. Menurut Wildan diterapkan kemacetan terjadi dari sore hingga pukul 20.00 WIB.

“Kalau kemarin sampai jam delapan malam macetnya,” kata Wildan.

Sistem satu arah merupakan solusi dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di ruas jalan KH Agus Salim dan jalan KH Wahid Hasyim. Uji coba diujicobakan hingga 22 Oktober 2018.

(DRI)