Datangkan Smartphone Murah, Realme Berambisi Jadi Xiaomi Killer?

JawaPos.com – Realme tampaknya bakal makin serius menggarap pasar smartphone di Indonesia. Pasalnya, tiga smartphone yang diboyong ke pasar tanah air, yakni Realme 2, Realme 2 Pro dan Realme C1, dipatok dengan harga yang terbilang murah.

Hal ini tentu sejalan dengan permintaan konsumen Indonesia yang menginginkan smartphone dengan harga terjangkau. Malahan, Realme yang masih ‘sedarah’ dengan Oppo itu secara gamblang menantang kompetitor, yakni Xiaomi Redmi 6A.

Realme smartphone, Realme Xiaomi Killer, Realme Tantang XiaomiProduk smartphone Realme 2 (kanan) dan Realme 2 Pro dengan notch ala tetesan air. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Omong-omong soal menantang Xiaomi, dewasa ini banyak vendor smartphone dari Tiongkok yang berlomba-lomba mewujudkan impiannya untuk menjadi ‘Xiaomi Killer’. Bukan tanpa alasan, Xiaomi di Indonesia terbilang cukup mendominasi.

Vendor tersebut rela menjual produknya dengan harga murah di samping tawaran spesifikasi yang lumayan. Data International Data Corporation (IDC) bahkan menempatkan Xiaomi melejit ke posisi dua untuk pengiriman smartphone terbesar di Indonesia pada Q2 2018.

Realme pun demikian. Vendor pendatang baru di Indonesia itu agaknya juga punya misi untuk menjadi Xiaomi Killer. Namun sepertinya Realme sadar akan posisinya sebagai ‘anak baru’di antara para senior Tiongkok yang sudah lebih dahulu hadir di tanah air.

Realme di Indonesia memang masih belum mau terang-terangan menyebut bahwa pihaknya hendak menjadi Xiaomi Killer. Namun, hal tersebut bisa tercapai seteleh Realme sudah dikenal banyak kalangan di Indonesia.

Marketing Director of Realme Southeast Asia Josef wang menyebut bahwa untuk saat ini Realme masih ingin berfokus pada dirinya sendiri. Belum sampai kepada niatan menjegal vendor lain dalam hal ini Xiaomi.

“Kami ingin fokus pada kami terlebih dahulu. Orang-orang harus tahu dulu siapa kami,” ujarnya saat acara peluncuran produk smartphone Realme di Jakarta belum lama ini.

Daripada langsung bersaing dengan vendor lain, lanjut Josef, Realme lebih memilih fokus mengembangkan namanya sendiri. “Target kita anak-anak muda. Kenapa? Mereka suka inovasi, produk baru, dan pastinya harga yang pas. Itu saja kita penuhi dulu, nanti kalau sudah terbentuk, semua akan tercapai dengan sendirinya,” imbuh Josef.

Sekadar informasi, Realme seperti sudah disinggung di atas menjadi sub brand dari Oppo. Kendati Realme memilih pisah dari Oppo dan membuat entitas bisnis sendiri, tetap saja Realme menjadi ‘saudara’ bagi Oppo. Realme sendiri menginjakan kakinya untuk pertama kali di pasar global, yakni di tanah India. Mereka mengaku sukses di sana.

India yang juga memiliki basis fans Xiaomi (Mi Fans) yang besar dikatakan tetap memberikan hal baik bagi Realme. Dalam presentasinya, Realme di Indonesia mengaku telah berhasil menjual sebanyak satu juta smartphone sepanjang kuartal kedua 2018 ini. Dari sana kemudian Realme pede beranjak ke pasar lainnya yakni Indonesia dengan memboyong tiga produk smartphone sekaligus.

(ryn/JPC)