Ditutup Doa Bersama, Pencarian Korban Gempa-Tsunami Sulteng Diakhiri Besok

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan evakuasi korban gempa dan tsunami di Sulawesi tengah dihentikan besok, Kamis 11 Oktober.

Rencananya, penghentian pencarian korban tersebut akan ditutup secara resmi oleh Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola dan diikuti kegiatan doa bersama di tiga wilayah yang terdampak likuifaksi, yakni Petobo, Jono Oge dan Balaroa.

BERITA TERKAIT +

“Ya biasanya ada statement dan doa bersama, mungkin Pak Gubernur secara official akan menyampaikan. Kalau melihat rencana kan ada doa bersama di Petobo Balaroa dan Jono Oge. Jamnya belum tahu, nanti saya tanyakan,” kata Sutopo di Graha BNPB, Jakarta Timur, Rabu (10/10/2018).

Sutopo menuturkan, tiga lokasi terdampak likuifaksi rencananya akan dijadikan ruang terbuka hijau dan memory park. Selain itu, monumen juga akan dibangun di sana sebagai pengingat kejadian tersebut.

“Jadi pada masa rehab-rekon di tempat tadi akan dihadikan ruang terbuka hijau, menjadi memory park dan akan dibangun monumen,” imbuhnya.

(Baca Juga: Jokowi Tekankan 4 Prioritas Penanganan Gempa dan Tsunami di Sulteng)

Kendati pencarian korban dihentikan, Sutopo tetap memperbolehkan relawan atau masyarakat yang masih ingin mencari jenazah korban lainnya.

“Ya diperbolehkan nanti bila ada jenazah yang ditemukan tetap didata,” ujar dia.

(kha)