Berkat Boneka Kayu Bahasa Ceko Diselamatkan

JAKARTA – Saya masuk sebuah toko boneka di Praha, dan mengintip bagian belakang sebuah ruangan, tempat para pematung sibuk bekerja menciptakan kehidupan dari potongan kayu.

Begitu bola mata dilukis, terciptalah suatu sosok. Tak lama kemudian sang pemilik toko memainkan tali-tali boneka tersebut dan wujudnya menyerupai sosok yang hidup

BERITA TERKAIT +

Saya berdiri di dekat pintu, melihat dan bertanya-tanya apakah para pemahat itu mengetahui sejarah di balik boneka kayu yang mereka pegang itu.

Berkat boneka sederhana itulah bangsa Ceko, sekaligus bahasanya, secara tidak sengaja dapat diselamatkan.

Di abad ke-17, ketika Kerajaan Bohemia berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Habsburg, bahasa Ceko nyaris hilang. Ketika orang-orang Bohemia yang beragama Protestan kalah perang melawan kekuatan Katolik di Bilá Hora (Gunung Putih), yang saat ini terletak di Republik Ceko, kekuasaan bangsa Austria pun dimulai.

(Foto: BBC Indonesia)

Dampaknya, peningkatan perpecahan berdasarkan politik dan agama yang sebelumnya sudah berlangsung di wilayah tersebut.

Kekalahan itu menyapu dan memecah belah Eropa, dan memicu Perang Tiga Puluh Tahun, di mana wilayah Protestan Ceko dikuasai oleh kaum Katolik. Tetapi ada hal penting yang lebih dipertaruhkan ketimbang kekuasaan yakni identitas dan bahasa rakyat.

Ketika pemerintahan Protestan meninggalkan Praha pada awal 1600-an, kota itu mengalami kemunduran selama hampir dua abad. Sang penguasa baru, Ferdinand II, tidak menolerir orang-orang non Katolik, menganggap orang-orang Protestan sebagai ancaman bagi keyakinannya.

Penduduk asli Ceko, yang kebanyakan petani dan kelas pekerja, dipaksa berbahasa Jerman oleh para penjajah mereka. Segera saja, para cerdik cendekia yang tadinya menolak penggunaan bahasa Jerman, mengikutinya.

Bahkan para aktor Ceko mulai tampil di Jerman sebagai perintah resmi. Bahasa Ceko menjadi dialek belaka, dan akan segera terlupakan jika bukan karena beberapa potong kayu. Kegiatan membuat boneka telah lama menjadi bentuk protes masyarakat Ceko.

(Foto: BBC Indonesia)

Pemahat kayu abad ke-17, yang lebih berpengalaman dalam memahat kursi-kursi Baroque untuk gereja ketimbang miniatur manusia, mulai membuat boneka-boneka untuk aktor-aktor Bohemia, tidak lama setelah Ferdinand II berkuasa, karena boneka-boneka adalah satu-satunya entitas yang tersisa, yang memiliki hak istimewa berbicara dengan bahasa Ceko di muka umum.

Ketika seantero Ceko mengikuti bahasa Jerman yang dipaksakan, para aktor dan dalang boneka yang melakukan pertunjukan keliling berbicara melalui boneka-boneka tersebut dengan bahasa Slavic, bahasa asli mereka.

Mungkin tampak janggal bahwa beberapa ratus boneka dan aktornya dapat melindungi sebuah bahasa. Tetapi warisan terakhir rakyat Ceko yang menghubungkan masa lalu mereka terikat pada tali-tali boneka.

(Feb)

Sebelumnya

1 / 2