Pengemudi Transportasi Online Merasa Diperbudak

Unjuk rasa pengemudi driver online di Kantor Grab, Gedung Lippo Kuningan, Jakarta Selatan. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.

Jakarta: Pengemudi otransportasi online merasa diperbudak oleh perusahaan aplikator. Kebijakan yang dikeluarkan pemilik aplikasi kerap merugikan mitranya.
 
Sebagian besar pengendara ojek online yang tergabung dalam Gerakan Hantam Aplikasi Nakal (Gerhana) merasa perusahaan aplikator pengemudi online telah mengeksploitasi mitranya.
 
Mereka menilai peraturan yang diterapkan oleh aplikator semena-mena sehingga memberatkan para pengendara.
 
“Kami driver online individu adalah pemilik kendaraan sendiri yang digunakan untuk online, tetapi saat ini dengan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh aplikator, membuat driver online seperti budak,” kata Penanggung Jawab Aksi Pengemudi Online, Christiansen FW kepada Medcom.id, Selasa, 11 September 2018.
 
Dia mengungkapkan, salah satu hal yang sangat merugikan adalah sistem penilaian performa pengendara. Sistem penilaian hanya dilakukan perusahaan aplikator. Sering kali, katanya, perusahaan tidak melihat performa para mitra kemudian memutuskan sesuatu yang merugikan pengendara.
 
“Seperti sistem penilaian penerimaan atau performa, bila di bawah ketentuan yang ditentukan oleh perusahaan maka akun akan dibekukan dan deposit hangus,” sebut dia.

Baca: Besok 2.000 Driver Online Bakal Turun ke Jalan

Kemudian mengenai pembukaan pembekuan akun sementara waktu (open suspend). Yansen biasa dia dipanggil menuturkan, syarat untuk membukakan suspensi tersebut memberatkan.
 
“Leader organisasi pernah ketemu Rizky Karmadibrata (Managing Director Grab), dijanjikan open suspen tanpa syarat, tapi kenyataannya tidak seperti itu,” jelas dia.
 
Bahkan, lanjut dia, beberapa akun pengendara tidak dibuka suspensinya. Pengendara diwajibkan untuk melakukan 60 perjalanan terlebih dahulu baru akan dibukakan suspensinya.
 
Suspensi dilakukan perusahaan aplikator berdasarkan laporan penumpang yang menurutnya laporan tersebut belum tentu benar.
 
“Banyak akun-akun yang tidak dibuka suspennya, lalu kami harus mengejar 60 trip dulu baru bisa aktif total,” pungkas dia.

(FZN)