Dampak Psikologis ‘Putus-Nyambung’ dengan Pasangan

Jakarta – Jatuh cinta dirasakan oleh semua orang di dunia, begitu pun dengan siklus patah hati. Putus cinta mungkin hal yang menyebalkan, makanya banyak orang yang memilih untuk untuk kembali bersama. Tapi, tau gak sih kalau “balikan sama mantan” bisa berdampak pada kejiwaan dan kesehatan kita.

Menurut Kale Monk, asisten profesor pengembangan ilmu manusia dan keluarga di University of Missouri mengatakan putus kemudian kembali bersama atau dalam istilah disebut sebagai ‘relationship-cycling’ dapat dikaitkan dengan peningkatan gejala depresi dan kecemasan. Gejolak yang ditimbulkan oleh hubungan ini mampu meningkatkan tingkat stres dan berdampak pada kesejahteraan.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Family Relationship menyebutkan bahwa pasangan yang ‘rujuk’ memiliki peningkatan tekanan dari segi psikologis yang mampu mempengaruhi kesehatan mental. Semakin sering hal ini dilakukan maka tingkat kecemasan dan depresi pun meningkat.

Kale Monk menambahkan bahwa sebaiknya para pasangan yang terjebak dalam siklus ‘relationship-cycle’ baiknya mengambil langkah yang tegas untuk meninggalkan hubungan tersebut demi kebaikan keduanya.

Pada dasarnya, pasangan yang memutuskan untuk kembali bersama dipengaruhi oleh rasa nyaman atau tidak rela untuk mengakhiri kebiasaan yang terbentuk. Padahal hal ini bisa menjadi pertanda yang tidak baik untuk suatu hubungan.

Jika kamu merasa hubunganmu sudah tidak bisa dipertahankan lagi, jangan merasa bersalah pada diri sendiri. Tidak ada salahnya untuk menemui psikolog dan melakukan konseling jika kamu merasa sulit untuk menghadapinya sendiri.

(up/up) Cara DAFTAR POKER Domino Qiu Qiu Capsa Susun Online Indonesia di Situs Agen Judi Terpercaya Assosiasi Resmi Dewapoker IDN Bank BCA, BNI, BRI dan Mandiri.