Stroke Naik dalam 5 Tahun Terakhir, Kemenkes Tekankan Ubah Gaya Hidup

Jakarta – Sebagai penyakit penyebab cacat permanen dan kematian nomor tiga di Indonesia, stroke masih menghantui sebagian besar masyarakat. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menunjukkan peningkatan prevalensi stroke sebesar 12,1 persen per 1.000 penduduk, dari Riskesdas 2007 sebesar 8,3 persen per 1.000 penduduk.

Melihat gaya hidup masa kini yang makin sedenter atau kurang aktif, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Untung Suseno Sutardjo menekankan pentingnya mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat untuk menghindari terjadinya stroke.

“Makanannya yang jangan terlalu banyak yang berlemak, banyak sayuran dan olahraga. Kemudian kalau punya risiko untuk stroke, seperti hipertensi, diabetes mellitus dan lain-lainnya harus rajin periksa dan menjaga supaya jangan sampai strokenya muncul,” tutur Untung kepada detikHealth di sela acara Asia Pacific Stroke Conference 2018 di kawasan Senayan, baru-baru ini.


Untung menyebutkan selain gaya hidup sehat, kini juga telah ditemukan terapi baru bagi pengidap stroke bernama trombolisis. Trombolisis dapat mengatasi stroke dengan cepat, dalam waktu yang disebut golden period selama 4,5 jam sejak masuk ke rumah sakit dan pasien diklaim bisa sembuh dalam 2-3 hari.

“Ada harapan untuk stroke di Indonesia. Kalau dulu kalau sekali kena stroke ya ‘Kamu udah pasti lumpuh, nggak ada gunanya lagi nih, keluarga bakal capek nih’. Sekarang kan stroke, baru sejam langsung bawa ke RSPON pasti langsung ditangani dengan cepat,” imbuh dia.

“Alhamdulillah (stroke) di-cover BPJS. Jadi kalau udah ngerasa pincang-pincang, langsung aja (ke rumah sakit,” tandasnya.

(frp/up)Cara DAFTAR POKER Domino Qiu Qiu Capsa Susun Online Indonesia di Situs Agen Judi Terpercaya Assosiasi Resmi Dewapoker IDN Bank BCA, BNI, BRI dan Mandiri.