Transjakarta Tambah 400 Armada Tahun Ini

Jakarta: PT Transjakarta menerima 400 bus tahun ini. Ratusan bus tersebut merupakan moda darat yang dibeli Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu tahun lalu.

“Pembelian tahun lalu yang dikirim tahun ini, ada 300 bus metro trans dan 100 bus jenis royal,” kata Kepala Humas PT Transjakarta Wibowo kepada Medcom.id, Sabtu, 8 September 2018.

Masing-masing bus, kata dia, bervariasi dari segi harga. Namun rata-rata PT Transjakarta harus merogoh kocek Rp2 miliar untuk satu bus. Bowo menyebut, saat ini belum semua bus baru beroperasi. “Baru 50 bus metro trans dan 50 bus royal yang beroperasi,” paparnya.

Menurutnya, saat ini PT Transjakarta tengah mengkaji penambahan rute baru untuk optimalisasi penggunaan bus. Sudah ada beberapa kajian rute baru, namun Bowo enggan membeberkan. Bus-bus baru tersebut rata-rata dipakai memenuhi permintaan metro trans atau bus premium.

Metro trans, kata dia, yakni bus Transjakarta yang berhenti di pinggir jalan, dekat halte. Sehingga berbeda dengan bus Transjakarta yang memakai busway. Adapun, bus royal, melayani penumpang premium dengan harga yang sedikit mahal. “Seperti di Bekasi, kan ada kebijakan ganjil-genap tol, nah bus royal yang melayani di sana,” kata dia.

Baca: PT TransJakarta Tambah 116 Armada Baru

Saat ini, ia menyebut rata-rata 1.300 hingga 1.800 bus Transjakarta beroperasi di Ibu Kota. Moda darat tersebut mengangkut penumpang dengan total 650 ribu orang perhari. Adapun Bowo menyatakan lonjakan terjadi ketika perluasan ganjil genap saat Asian Games 2018.

“Ada peningkatan sampai 700 ribu lebih penumpang saat perluasan ganjil genap. Biasanya kan perhari 650 ribu saja,” katanya.

Bowo menyatakan pihaknya mendukung Pemprov DKI untuk memperpanjang kebijakan ganjil genap. Selain dampak terhadap peningkatan penumpang, juga karena angkutan umum dianggap semakin lengkap.

“Jadi memang sudah harusnya berpindah ke angkutan umum. Armada bus sudah ada dan fasilitasnya juga mencukupi,” tandasnya.

(YDH)