Pemprov DKI Dinilai tak Siap Tambah RTH

Jakarta: Janji kampanye Gubernur Jakarta Anies Baswedan, untuk memperbanyak Ruang Terbuka Hijau (RTH) susah direalisasikan. Pasalnya, saat ini Pemerintah Provinsi DKI dipandang tidak siap mengeksekusi janji politik itu.

“Permasalahannya adalah ketidaksiapan aparatur Pemprov DKI melakukan pembebasan, duitnya tersedia, tapi enggak siap,” kata Anggota Komisi D DPRD DKI Bestari Barus kepada Medcom.id, Sabtu, 8 September 2018.

Perencanaan dikatakan Bestari, selalu gagal. Ia mempertanyakan kesanggupan Anies memimpin DKI.

Seharusnya, kata Bestari, Anies bisa menganalisa perluasan RTH dengan menempatkan orang-orang terbaik di pos tersebut. “Ini yang salah siapa, gubernur enggak bisa taruh orang yang bagus,” kata Bestari.

Baca: Upaya Anies Memperbanyak Ruang Terbuka Hijau

Target RTH hingga 2030, menurutnya mencapai 500 ribu hektar lahan publik dan privat di Jakarta. Jika dihitung, tiap tahun Pemprov DKI harus membebaskan lahan sekitar 12 ribu hektar. Sejauh ini pembebasan lahan hanya mencapai 5000 hektar pertahun.

Artinya, baru sekira 10 persen dari target pembebasan lahan. “Sekarang ini agak jauh dari capaian yang ditargetkan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR),” tandas Bestari.

Baca: Tahun Ini Pemprov DKI Utamakan Bangun RTH

Tahun ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak melanjutkan pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di wilayah Ibu Kota. Pembangunan baru akan dilaksanakan pada 2019.

Kepala DinasĀ  Kehutanan, Pertamanan dan Pemakaman DKI Djafar Muchlisin menjelaskan, tahun ini pemprov menjalankan program focus group discussion (FGD) dengan masyarakat. Hal ini guna mendengarkan pendapat dari masyarakat setempat mengenai RTH yang dibutuhkan.

Baca: Pemprov DKI tak Lanjutkan Pembangunan RTH pada 2018

Djafar membeberkan, sebanyak 10 RTH di sepuluh lokasi rencananya akan dibangun mulai 2019. Kesepuluh lokasi itu diantaranya, Jalan Penggilingan Baru, Kramat Jati, Jakarta Timur; Jalan Madrasah Bawah, Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan; serta Jalan Kendal, Rorotan, Cilincing Jakarta Utara.

“Kemudian Kampung Baru, Kembangan, Jakarta Barat; Jalan Suakarsa, Pondok Kelapa Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur; Kampung Jati, Rambutan, Ciracas, Jakarta timur,” kata Djafar.

(YDH)