Sekda DKI Sebut Pemkot Jakbar Culas

Jakarta: Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah DKI Jakarta geram pada Pemkot Jakarta Barat. Ia dua kali gagal membangun kantor kelurahan Jembatan Besi, Jakarta Barat. 

Alasan Wakil Wali Kota Jakarta Barat M. Zen gagal membangun lantaran kendala lahan. Ia mengatakan, sulit mendapatkan lahan seluas 1.000 meter di kawasan padat penduduk itu.

“Mestinya, di kelurahan dia pasang (pengumuman) kalau sedang butuh tanah, siapa mau jual, datang. Kalau tanah di bawah 5 ribu meter, teknis pembeliannya mudah,” kata Saefullah di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis 6 September 2018.

Bila pemilik tanah sepakat, Pemkot bisa menggunakan harga appraisal. Setelah anggaran cair, pemilik tanah dan Pemkot bisa langsung bertransaksi.

“Kemudian tinggal dicek sertifikatnya beres di BPN, lalu transaksi. Bayar pajak PPH, sudah. Segampang itu,” ujar dia

Saefullah tak percaya bila di kawasan tersebut sama sekali tidak ada lahan kosong. Setidaknya, Pemkot bisa mencari lahan 500 meter atau 400 meter, dari pada tidak sama sekali.

“Jadi, kalau saya bilang mah, culas dia yang ngusulin anggaran kalau bahasa Jakarta itu culas. Enggak mau jalan,” ungkapnya.

Baca: Pemkot Jakbar Disemprot karena Proyek Kelurahan Mandek

Di rencana APBD Perubahan 2018, anggaran pembangunan kantor Kelurahan Jembatan Besi mencapai Rp25 miliar. Tak hanya kantor kelurahan Jembatan Besi, kantor Camat Mampang Prapatan dan Kemayoran pun terkendala lahan. 

Hingga saat ini, pembahasan terkait lahan masih berlangsung. Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi belum memutuskan anggaran tersebut dicoret atau tetap diteruskan. 

(AGA)