Ini Jadwal Sidang Perdana Bos Abu Tours di PN Makassar

MAKASSAR – Sidang perdana bos Abu Tours, Muhammad Hamzah Mamba terkait kasus penggelapan dan pencucian uang jemaah umrah dijadwalkan akan digelar pada Rabu 19 September 2018 mendatang.

Hal tersebut diungkapkan Humas Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Bambang Nur Cahyono saat dihubungi Okezone Jumat (7/9/2018)

BERITA TERKAIT +

Ia mengatakan Ketua Pengadilan Negeri Makassar telah menunjuk Denny Lumban Tobing selaku Ketua Majelis pada persidangan nanti dan telah mengeluarkan jadwal sidang.

“Jadwal sidang ini keluar majelis hakim yang dipimpin oleh Denny Lumban Tobing setelah menerima berkas dakwaan terdakwa (Hamzah Mamba),” kata Cahyo

Kantor Abu Tours di Sulsel (foto: Okezone) 

Dikatakan Cahyo sidang akan berlangsung di ruang sidang Purwoto Gandasubroto dengan nomor sidang perkara 1235/PID/B/2018/PN.MKS.

“Jadwal sidang sudah keluar. Jadi tanggalnya 19 September nanti,” ungkap Cahyo

Sebelumnya Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar telah melimpahkan berkas pidana tersangka Bos Abu Tours, Muh. Hamzah Mamba terkait kasus dugaan penipuan dan tindak pidana pencucian uang milik jamaah (TPPU) uang milik umrah ke Pengadilan Negeri (PN) Makassar.

Hal tersebut diungkapkan Kasi Pidum Kejari Makassar Ulfadrian Mandalani saat ditemui disela-sela usai mengikuti rekontruksi pembakaran rumah di Mapolrestabes Makassar

Ia mengatakan baru berkas Hamzah Mamba yang telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Makassar. Sementara tersangka Muh Kasim Sunusi mantan Manager Keuangan PT Abu Tours masih menunggu kelengkapan berkasnya.

“Berkas dua tersangka baru satu yang kami limpah ke pengadilan. Baru Hamzah yang kita limpahkan,” kata Ulfadrian kepada Okezone Selasa (4/9/2018) lalu.

Dari gambaran dakwaan tim jaksa penunutut umum yang dilansir dari situs PN Makassar, dalam kurun waktu tahun 2012 sampai dengan Maret 2018, total ada Rp1.214.091.220.242 (satu trilyun dua ratus empat belas milyar sembilan puluh satu juta dua ratus dua puluh ribu dua ratus empat puluh dua rupiah) dana jemaah yang digelapkan oleh PT. Abu Tours.

Dana tersebut berasal dari calon jemaah umrah Abu Tours yang berjumlah kurang lebih 96.976 orang. Mantan bos Abu Tours ini menerima dakwaan primer pasal 372 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto pasal 64 ayat (1) KUHP.

Selain itu, Abu Hamzah juga didakwa pasal 378 KUHP juncto pasal 55 ayat (1) dan juga pasal 3 undang-undang Republik Indonesia nomor 8 Tahun 2010 Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

(fid)