Pembangunan Rusun DKI Terpentok Waktu

Jakarta: Tiga anggaran rumah susun (rusun) di DKI Jakarta dicoret dari anggaran pendapatan belanja dan daerah (APBD) 2018. Pembatalan dua pembangunan rusun dan satu revitalisasi rusun terbentur waktu.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Rakyat DKI Jakarta Melly Budiarti mengatakan tak mungkin membangun dua rusun dalam waktu empat bulan. Tahun ini dipastikan tidak ada pembangunan rusun baru.  

“Kemarin karena ada periode pergantian gubernur, kan tidak boleh multiyears. Harusnya kan pembangunan rusun itu multiyears,” kata Melly di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa, 7 Agustus 2018.

Menurut dia, pembangunan rusun membutuhkan waktu 14 bulan. Sementara itu, revitalisasi rusun di Karang Anyar, Jakarta Pusat, juga bukan tanpa masalah.

“Kalau revitalisasi belum memindahkan masyarakatnya dulu. Lalu bangunan lama harus dilelang untuk penghapusan asetnya. Itu jelas tidak memungkinkan waktunya bila single year,” ungkap dia.

Baca: DKI Coret Anggaran Pembangunan 3 Rusun

Anggaran yang dicoret adalah pembangunan rusun di Banjir Kanal Timur (BKT), Cakung, Jakarta Timur, sekitar Rp361,4 miliar. Rencananya, Pemerintah Provinsi DKI akan membangun empat tower dengan 1.020 unit hunian. 

Selain itu, anggaran rusun Perkampungan Industri Kecil (PIK) Pulogadung, Jakarta Timur, sebanyak Rp118,2 miliar juga dicoret. Dengan jumlah tersebut, Pemprov berniat membangun 2 tower dengan jumlah 510 unit.

Anggaran revitalisasi rusun Karang Anyar sebesar Rp162,8 miliar juga bernasib serupa. Anggaran tersebut untuk memperbaiki 2 tower dan 421 unit. 

(OGI)

DAFTAR SBOBET Id/ akun/ account anda di Master Agen Sbobet Resmi IDHOKI Indonesia Online Terbaik Terpercaya Terbesar dan Mainkan Live Sport Bola Casino Online Seperti Roullete Sicbo, CS LiveChat Kami Akan Membantu Cara Daftar Sbobet Dengan Tahapan Yang Sangat Mudah, Cepat & Aman.